Kisah inspiratif kali ini datang dari sosok spesial, Sadikin Pard yang menjadi pelukis internasional. Dikatakan sosok spesial karena ia melukis dengan menggunakan mulut dan kakinya. Tak hanya menginspirasi para pelukis, namun Sadikin juga membuat kita lebih bersyukur atas nikmat Tuhan. Sosok yang layak mendapat Asuransi Syariah Indonesia.

Mengenal Sosok Spesial Sadikin Pard

Pria kelahiran Malang, Jawa Timur pada tanggal 29 Oktober 1966 ini lahir tanpa tangan. Ia tak merasa kekurangan sedikitpun karena dukungan dari orangtuanya. Orangtuanya tak merasa minder memiliki anak seperti dirinya. Bahkan orangtuanya merasa bangga karena Sadikin memiliki keahlian yang tidak dimiliki oleh keluarganya.

Keahlian melukis sudah ia dapatkan sejak di taman kanak-kanak. Bakat yang diketahui orangtuanya sejak dini akhirnya ditekuni dan dipelajari secara lebih dalam. Ia pun mulai les privat melukis di rumahnya. Dukungan penuh dari orangtuanya membuat perjalanan Sadikin sebagai penulis terasa mudah.

Awal Karir Sebagai Pelukis Go Internasional

Melukis sudah dijalankan sejak dini, namun hanya ia jadikan sebagai hobi. Meskipun diadakan les privat di rumahnya, tetap saat itu hanya ia lakukan sebatas hobi. Hingga belajar di bangku SMA Santa Maria di Kota Malang, ia masih menjadikan melukis sebagai hobi. Usai SMA, ia melanjutkan ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Saat itu jurusan yang ia  minati arsitek, namun gagal dan akhirnya ia memilih jurusan psikologi. Bangku perkuliahan ini awal mula ia menemukan jati diri sebagai pelukis. Saat menginjak semester 3 di tahun 1989 ia mendapat informasi lewat koran bahwa ada difabel seperti dirinya yang telah sukses sebagai pelukis dengan kaki.

Hasrat terdalamnya sebagai pelukis mulai membara kembali. Akhirnya ia mulai menciptakan karya dan mengirimkan karyanya ke Association of Mouth and Foot Painting Artist (AMFPA). Sebuah organisasi internasional yang menghimpun karya para pelukis dengan kaki. Organisasi yang bermarkas di Swiss ini menjadi salah satu jalan kesuksesan Sadikin.

Kesuksesan Sadikin Sebagai Pelukis

Semester tiga ia mulai mendaftarkan diri menjadi pelukis AMFPA, September tahun 1989. Sejak saat itu, ia mulai menjadikan kegiatan melukis sebagai profesi. Tak mudah untuk menjadi anggota tetap AMFPA karena harus mempertahankan kualitas lukisannya. Setiap tahunnya, harus menghasilkan 15 karya dan harus lolos.

Lukisan yang dikirimkan ke AMFPA ini mengawali pundi-pundi keuangannya. Ia dibayar 300 swiss franc atau setara Rp.300.000 saat itu. Ia merupakan salah satu dari 4 pelukis tetap difabel Indonesia yang terhimpun dalam AMFPA. Ia juga sering memamerkan hasil karyanya di belahan dunia lain seperti Brazil.

Tahapan demi tahapan harus dilaluinya agar lolos dan diterima AMFPA. Jika karya lolos, maka  akan dicetak ulang serta karya asli tetap akan terjaga orisinilitasnya. Hal ini terkait hak cipta dari karya itu sendiri, maka dari itu karya dicetak ulang. Namun jika ada yang berminat membeli karya aslinya, pembeli akan dihubungkan langsung dengan pelukisnya.

Sadikin yang memutuskan untuk berhenti kuliah,dapat berbagi ilmu dengan mahasiswa seni di Universitas Negeri Malang dan di Universitas Brawijaya. Ia juga membuka galeri di rumahnya, Jalan Selat Sunda Raya D1/40B bertempat di Kota Malang dan bernama Sadikin Art. Dana dari AMFPA dan menjual lukisan ia gunakan untuk mengembangkan galerinya menjadi 3 lantai.

Galeri yang ia rancang sendiri dan tak hanya berfungsi sebagai galeri. Galeri yang ia bangun juga sebagai tempat perkumpulan pelukis di Malang. Siapapun yang ingin memperdalam ilmu melukis juga bisa didapatkan di galeri ini. Hal ini juga upaya untuk memaksimalkan perhatian kepada para pelukis di Malang yang masih sangat minim.

Sosok pelukis seperti Sadikin sangat menginspirasi baik dari difabel maupun yang bukan difabel. Oleh karena itu, sangat layak mendapatkan apresiasi Allianz berupa umroh dari program #AwaliDenganKebaikan. Program yang dilakukan hanya dengan menulis sosok inspiratif yang layak menerima hadiah tersebut.

kebaikan sederhana namun berdampak besar bagi orang lain. Salah satunya menjadi peserta asuransi syariah Allianz. Informasi lengkapnya bisa dicek di laman www.allianz.co.id beserta produk asuransi syariah lainnya. Berbagi kebaikan dengan cara yang mudah dan sederhana.

Close